Praktek Lapang Survey Tanah di Kecamatan Nuha

LOKASI SURVEY

Lokasi survey terletak di Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, yang tersebar di 11 Desa yaitu Tabarano, Soroako, Nikkel, Balambano, Ledu-Ledu, Wasuponda, Magani, Parumpani, Kawata, Matano, dan Nuha, yang terletak di sebelah timur Kabupaten Luwu Timur dengan batas wilayah :

Sebelah Utara : Propinsi Sulawesi Tengah

Sebelah Timur             : Propinsi Sulawesi Tengah

Sebelah Selatan           : Kecamatan Towuti

Sebelah Barat  : Kecamatan Mangkutana

Secara geografis daerah ini terletak antara 1200 48’ 26” – 1210 31’ 43” BT dan 020 13’ 05” – 020 55’ 50” LS dengan luas wilayah survey adalah 149,019 ha.

Tujuan dan kegunaan survey

Tujuan dari survey ini adalah mengevaluasi karakteristik fisik wilayah Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur.

Kegunaan dari survey ini adalah sebagai bahan acuan pengembangan dan pemanfaatan lahan di Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur sehingga penggunaan lahannya dapat sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Metode survey yang digunakan

Pengumpulan Data-Data Sekunder :

Tahapan persiapan : Tahapan ini meliputi studi pustaka dan pengumpulan berbagai macam peta dari jawatan atau instansi yang berhubungan dengan survey, antara lain Peta Rupa Bumi skala 1 : 50.000, Peta Jenis Tanah skala 1 : 500.000, Peta Geologi skala 1 : 250.000, Peta Stasiun Curah Hujan skala 1 : 500.000, dan Data Curah Hujan 10 tahun terakhir (periode 1994-2004), dan Data Sekunder tentang penggunaan lahan di Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur.

Pembuatan satuan peta tanah

Peta yang diperoleh mempunyai skala yang berbeda sehingga dilakukan penyeragaman skala gambar untuk lebih memudahkan dalam melakukan Overlay atau tumpang tindih.

Survey lapangan

Pra Survey : Merupakan survey awal dengan melakukan observasi lapangan dengan menentukan letak dan titik koordinat pengambilan sampel di lapangan sesuai dengan jumlah unit lahan, dilakukan dengan menggunakan GPS atau dengan menggunakan kompas. Juga melakukan pengamatan mengenai kemudahan dalam pengambilan profil termasuk akses jalan dan transportasi dan akomodasi selama pelaksanaan survey dan meminta izin secara administratif dengan pemerintah dan aparat setempat.

Mengumpulkan data :

Topografi :

Berdasarkan hasil analisis lereng peta rupa bumi skala 1 : 50.000 (Bakosurtanal, 1991), daerah survey umumnya mempunyai bentuk wilayah berbukit dan bergelombang, yaitu meliputi Datar (0-3 %) dengan luas 13.965 ha atau 6,93 % yang meliputi SPT7, Bergelombang (3-8 %) dengan luas 14.542 ha atau 7,22 % yang meliputi SPT9, Berbukit (15-30 %) dengan luas 85.667 ha atau 42,51% yang meliputi SPT1, SPT2, SPT3, SPT4, SPT8, SPT10, SPT511, SPT12. dan Bergunung (> 30 %) dengan luas 9.120 ha atau 4,53 % yang mencakup SPT5 dan SPT6.

Jenis tanah yang ada :

Berdasarkan peta tanah tinjau Sulawesi selatan skala 1 : 50.000, jenis tanah yang terdapat di daerah survey terdiri dari 4 ordo , yaitu :

  • Tanah Podzolik Merah Kuning (menurut USDA adalah tanah Ultisol), terbagi atas Podzolik Merah Kekuningan dengan luasan 3.113 ha atau 1,55 %, Podzolik Violet dengan luasan 12.889 ha atau 6,4 %, dan Podzolik Coklat Kekuningan dengan luasan 22.799 ha atau 11,31 %.
  • Tanah Aluvial (menurut USDA adalah tanah Inceptisol), terbagi atas Aluvial Coklat dengan luasan 3.948 ha atau 1,96 %, , Aluvial Hidromorf dengan luasan 2.136 ha atau 1,06 %, dan Aluvial Kelabu dengan luasan 1.928 ha atau 0,96 %, umumnya dijumpai tersebar di bagian Barat Kecamatan Nuha.
  • Tanah Glei (menurut USDA adalah tanah Aquept), terdiri atas Glei Humus dengan luasan 885,10 ha atau 0,44 %, umumnya dijumpai sebagian di bagian Tengah Kecamatan Nuha.
  • Tanah Latosol (menurut USDA adalah tanah Inceptisol, Ultisol, dan Oxisol), yang terdiri atas Latosol Coklat dengan luasan 137.590 ha atau 68,27 %, umumnya dijumpai memanjang di bagian Tengah, Timur, hingga Selatan Kecamatan Nuha.

Iklim :

Berdasarkan data curah hujan Kecamatan Nuha 10 tahun terakhir (1994-2004), ada 3 Stasiun pengamatan, yakni Stasiun Malili, Nuha, dan Plant Site Soroako.

Daerah yang terwakili setiap unit lahan menurut klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson pada Stasiun Nuha digolongkan ke dalam tipe iklim A (sangat basah) dengan bulan basah 12, bulan lembab 0, dan bulan kering 0, dengan curah hujan rata-rata berkisar 191,65 mm/tahun

Pada Stasiun Malili digolongkan ke dalam tipe iklim A (sangat basah) dengan bulan basah 12, bulan lembab 0, dan bulan kering 0, dengan curah hujan rata-rata berkisar 246,25 mm/tahun.

Dan pada Stasiun Plant Site Soroako digolongkan ke dalam tipe iklim A (sangat basah) dengan bulan basah 11, bulan lembab 1, dan bulan kering 0, dengan curah hujan rata-rata 220,27 mm/tahun.

Litologi :

Berdasarkan peta geologi Kecamatan Nuha skala 1 : 50.000, maka jenis geologi yang terdapat pada daerah survey yaitu :

  1. Formasi Bone-Bone (Tmpb), tersusun dari perselingan batu pasir, konglomerat, napal, dan lempung tufan, mempunyai luas 2.554 ha atau 1,27 % yang dapat dijumpai pada bagian Barat Kecamatan Nuha dan merupakan wilayah konsesi PT. INCO, tbk.
  2. Formasi Tomata (Tmpt), tersusun dari perselingan serpih, batu pasir dan konglomerat dengan sisipan napal dan lignin, mempunyai luas 2.101 ha atau 1,04 % yang dapat dijumpai pada bagian Utara dan Selatan Kecamatan Nuha.
  3. Formasi Larona (Tpls), tersusun dari batu pasir, konglomerat dan batu lempung dengan sisipan tufa, mempunyai luas 9.111 ha atau 4,52 % yang dominan dijumpai pada bagian Selatan Kecamatan Nuha.
  4. Mélange Wasuponda (MTmw), tersusun dari berbagai bongkah asing serpentinit, sekis, amfibolit, dolorit malih, batu gamping terdaunkan, batuan ultra mafik, eklogit, dan masa datar lempung merah bersisik, mempunyai luas 12.000 ha atau 5,95 % yang dominan dijumpai pada bagian Selatan Kecamatan Nuha.
  5. Kompleks Ultrabasa (MTosu), tersusun dari hatzburgit, lherzolit, wehrlit, websterit, serpentinit, dunnit, gabro dan diabas, mempunyai luas 65.176 ha atau 32,34 % yang dominan dijumpai pada bagian Utara, Selatan, Barat, dan Timur Kecamatan Nuha.
  6. Batu Gamping Meta (MTmm), tersusun dari pualam dan batu gamping terdaunkan, mempunyai luas 19.854 ha atau 9,85 % yang dominan dijumpai pada bagian Barat, Timur, dan Selatan Kecamatan Nuha, yang merupakan wilayah konsesi PT. INCO, tbk.
  7. Alluvial (Qal), tersusun dari lumpur, lempung, pasir, kerikil dan keraka, mempunyai luas yang dominan dijumpai pada bagian Barat Kecamatan Nuha dengan luas 6.374 ha atau 3,16 %.
  8. Endapan Danau (Ql), tersusun dari lempung, pasir, dan kerikil, mempunyai luas 4.484 ha atau 2,23 % yang dominan dijumpai pada bagian Utara dan Selatan Kecamatan Nuha yang merupakan wilayah konsesi PT. INCO,tbk.
  9. Formasi Matano (Kml), tersusun dari batu gamping hablur dan kalsilutit, napal dan serpih dengan sisipan rijang dan batu sabak, mempunyai luas 63.635 ha atau 31,57 % dominan dijumpai pada bagian Selatan Kecamatan Nuha.

Penggunaan lahan :

Berdasarkan peta penggunaan lahan Kecamatan Nuha skala 1 : 50.000, maka penggunaan lahan daerah survey dari sawah, kebun atau ladang, hutan belukar, dan tambang. Hampir sebagian besar wilayah Kecamatan Nuha merupakan hutan belukar dengan luas 125.632 ha atau 62,34 % dari luas total wilayah Kecamatan Nuha, dan wilayah tambang dengan luas 52,521 ha atau 26,06 % dari luas total. Penggunaan lahan berupa kebun atau ladang menyebar luas sekitar Danau Matano atau bagian tengah Kecamatan Nuha dengan luas 6.350 ha atau 3,15 %. Untuk penggunaan lahan sawah terdapat hanya sebagian kecil dari wilayah Kecamatan Nuha dengan luas 788,14 ha atau 0,39 % dari luas total yang tersebar di bagian tengah.

Skala peta kerja yang dihasilkan

Skala peta kerja yang dihasilkan adalah skala 1 : 50.000. Karena skala ini merupakan tingkatan survey semidetil dengan skala intensitas sedang, dimana kerapatan pengamatannya adalah 1/50 ha, dibandingkan dengan wilayah dalam melakukan survey yaitu sebesar  149,019 ha, jadi tidak terlalu menyulitkan untuk melakukan survey.

Nama SPT yang ditemui

Sebagian besar Satuan Peta Tanah (SPT) berada pada kelas lereng 15-30 %. Tipe iklim A pada stasiun Nuha mewakili SPT 2, 3, 4, 7, 8, 9,10, 11, 12, dan tipe iklim A pada stasiun malili mewakili SPT 6 dan tipe iklim A pada stasiun plant site soroako mewakili SPT 1 dan 5.

Dengan skala 1 : 50.000, setiap 1 cm2 peta mewakili 25 ha di lapangan. Jika dikaitkan dengan MZD (Minimum Size Diliniation), yaitu standar pemetaan sebesar 0,4 cm2, maka daerah yang masih dapat dipetakan adalah daerah dengan luas lebih dari 10 ha. Pada daerah Kecamatan Nuha, jenis tanah yang memungkinkan dipetakan adalah Tanah Latosol dengan luas 137.590 ha atau 68,27 %. Jadi, Satuan Peta Tanah (SPT) pada wilayah Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur dapat digolongkan menjadi SPT Konsosiasi, dimana pada suatu daerah terdapat lebih dari 10 ha atau lebih dari 20 % tanah yang dominan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s