BENTUK-BENTUK EROSI

Menurut Arsyad (2006), berdasarkan bentuk erosi dapat dibedakan sebagai berikut:

  1. Erosi lembar (sheet erosion) adalah pengakutan lapisan tanah yang merata tebalnya dari suatu permukaan tanah. Kekuatan butiran-butiran hujan dan aliran permukaan yang merata diatas permukaan tanah merupakan penyebab erosi ini. Karena kehilangan lapisan dipermukaan tanah seragam tebalnya,  maka bentuk erosi ini tidak segera nampak.
  2. Erosi alur (rill erosion) adalah erosi yang terjadi karena air terkonsentrasi dan mengalir pada tempat tempat tertentu dipermukaan tanah, sehingga pemindahan tanah lebih banyak terjadi pada tempat aliran permukaan terkonsentrasi. Biasanya alur erosi yang terjadi masih dangkal dan dapat dihilangkan dengan pengolahan tanah.
  3. Erosi parit (gully erosion), proses terjadinya mirip dengan erosi alur, namun saluran yang terbentuk sudah sedemikian dalamnya sehingga tidak dapat dihilangkan dengan pengolahan tanah biasa. Erosi parit dapat berbentuk V atau U, tergantung pada kepekaan erosi substratanya.
  4. Erosi tebing sungai (river bank erosion) terjadi sebagai akibat pengikisan tebing sungai oleh air yang mengalir dari bagian atas tebing atau oleh terjangan aliran sungai yang kuat pada belokan sungai.
  5. Longsor (lendslide) adalah suatu bentuk erosi yang pengangkutannya atau pemindahan atau pergerakan tanah terjadi pada saat bersamaan dalam volume yang besar. Berbeda dari bentuk erosi lainnya, pada tanah lonsor pengangkutan tanah dalam volume besar terjadi sekaligus.

Erosi Yang Diperbolehkan

Menurut Sarief (1985) bahwa tidak mungkin atau sangat sulit untuk mencegah atau menghilangkan erosi sampai pada tingkat tidak terjadi erosi sama sekali atau nol pada tanah-tanah yang diusahakan.  Akan tetapi usaha konservasi dilakukan tidak untuk menghentikan erosi, tetapi mengendalikan laju erosi ke suatu nilai tertentu yang menguntungkan yaitu nilai erosi yang diperbolehkan (Arsyad, 1989)/

Menurut Thorne et al. (1980) dikutip oleh Rahim, (2000), sedikitnya ada empat faktor utama yang mempengaruhi laju erosi yang dapat ditoleransi tanpa kehilangan produktivitas tanah secara permanen. Keempat faktor tersebut adalah kedalaman tanah, tipe bahan induk, produktivitas relatif dari topsoil dan subsoil, dan jumlah erosi terdahulu.

Penetapan besarnya erosi yang diperbolehkan semata-mata merupakan suatu kompromi dari pertimbangan sifat-sifat tanah dan ekonomi dengan berpatokan pada besarnya erosi yang terjadi dan besarnya erosi yang diperbolehkan/dibiarkan dengan proses pengolahan tertentu, maka ditetapkan alternatif-alternatif perbaikan pengolahan tanah agar erosi yang terjadi dapat diteruskan sampai batas yang masih dapat diperbolehkan (Hakim et al, 1986)

8 comments on “BENTUK-BENTUK EROSI

  1. semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi penulis n pembaca sebagai informasi bentuk-bentuk ereosi terutama bagi saya…. amin…
    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s